Prospek Profesi Lulusan SIstem Informasi (SI)
Selasa, 01 April 2014
Prospek Profesi Lulusan Sistem Informasi
Kerangka Kerja Sistem Informasi
Gambar Kerangka Kerja SI (https://encrypted-tbn1)
Kerangka kerja diatas memberikan gambaran area-area utama mengenai pengetahuan sistem informasi bisnis yang dibutuhkan oleh praktisi bisnis. Sebagai seorang manajer atau seorang praktisi bisnis, tidak harus menyerap semua pengetahuan ini. Jadi yang perlu diteknkan disini adalah; apa yang perlu diketahui agar seorang manajer dapat membantu mengelola hardware, software, data dan sumber daya jaringan bisnis dapat digunakan demi keberhasilan strategis perusahaan.
- Konsep-konsep dasar
Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan manajerial termasuk mengenai berbagai komponen dan pernanan sistem informasi. Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar berasal dari teori sistem umum, atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.
- Teknologi Informasi
Konsep-konsep utama, pengembangan dan berbagai isu manajemen teknologi informasi, meliputi hardware, software, jaringan, manajemen sumber daya (data) dan teknologi berbasis internet.
- Aplikasi Bisnis
Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan keunggulan kompetitif. Aplikasi teknologi informasi dlam bidang fungsional bisnis seperti pemasaran, produksi, dan akuntansi serta aplikasi perusahaan lintas fungsi seperti manajemen hubungan dengan pelanggan dan perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprise resource planning-ERP). Aplikasi e-commerce yang kebanyakan digunakan perusahaan untuk membeli dan menjual berbagai produk di internet. Penggunaan sistem informasi dan teknologinya untuk mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis.
Peran utama Sistem Informasi (aplikasi bisnis)
- Mendukung proses dan operasi bisnis, toko ritel menggunakan SI berbasis computer untuk menelusuri persediaan barang, mencatat pembelian barang, evluasi penjualan,dll.
- Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya, keputusan mengenai penambahan jumlah persediaan barang, jenis investasi barang yang dibutuhkan dll.
- Mendukung berbagai strategi untuk keperluan kompetitif, misalnya memberikan pelayanan yang mudah pembelian secara online, dll.
- Proses Pengembangan
Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi merencankan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis. Metodologi pengembangan siklus hidup pengembangan sistem dan pendekatan prototype untuk pengembangan aplikasi bisnis, juga memahami berbagai isu bisnis yang terdapat dalam pengembangan SI.
- Tantangan Manajemen
Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi pada tingkat pemakai akhir, perusahaan dan global dalam bisnis. Tantangan keamanan dan berbagai isu manajemen keamanan dalam penggunaan teknologi informasi.
Konsep Dasar Sistem
Pengertian Sistem
Definisi sistem berkembang sesuai dengan konteks dimana pengertian sistem itu digunakan. Disini akan diberikan beberapa definisi sistem secara umum:
- Kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama.
- Sekumpulan dari objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi dan hubungan antar objek bisa dilihat sbg 1 kesatuan yang dirancang untuk mencapai 1 tujuan.
Dengan demikian secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur
atau variable-variabel yang saling teroganisasi, saling berinteraksi dan saling bergantung sama lain.
Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang (Davis, 1995). McLeod (1995) mengatakan bahwa informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti.
Pengertian Sistem Informasi (SIM)
Sistem Informasi Manajemen (SIM) dapat didefinisikan sebagai suatu alat untuk menyajikan informasi dengan cara sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya (Kertahadi, 1995). Tujuannya adalah untuk menyajikan informasi guna pengambilan keputusan pada perencanaan, pemrakarsaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan dan menyajikan sinergi organisasi pada proses (Murdick dan Ross, 1993). Dengan demikian, sistem informasi berdasarkan konsep (input, processing, output).
Konsep Sistem Informasi :
Komponen Sistem Informasi
Dalam suatu organisasi terdiri dari komponen-komponen berikut :
• Hardware, yaitu perangkat keras komponen untuk melengkapi kegiatan memasukan data, memproses
data dan keluaran data.
• Software, yaitu program dan instruksi yang diberikan kekomputer.
• Database, yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.
• Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama kedalam suatu jaringan kerja yang efektif.
• Manusia, yaitu personil dari sistem informasi, meliputi manajer, analis, programmer, operator dan bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.
Computer Based Information System
Istilah Computer Based Information Sistem (CBIS), sebenarnya mengacu kepada sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer.
Computer-based Information System = Hardware + Software + People + Procedures + Information
Tipe-tipe Sistem Informasi
CBIS biasanya dibedakan menjadi beberapa tipe aplikasi, yaitu
1. Transaction Processing Systems (TPS)
2. Management Information Systems (MIS)
3. Decision Support Systems (DSS)
4. Expert System and Artificial Intelligence (ES & AI)
1. Transaction Processing System
TPS adalah sistem informasi terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses sejumlah besar data untuk transaksi bisnis rutin.
1. Mengotomasi penanganan data-data aktifitas bisnis dan transaksi. Yang bisa dianggap sebagai kejadian diskrit dalam kehidupan organisasi :
2. Data setiap transaksi ditangkap
3. Transaksi di verifikasi untuk diterima atau ditolak
4. Transaksi yang telah di validasi disimpan untuk pengumpulan data berikutnya.
5. Laporan bisa dihasilkan untuk menyediakan rangkuman dari setiap transaksi
6. Transaksi bisa dipindah dari 1 proses ke proses yang lainnya untuk menangani seluruh aspek bisnis.
2. Management Information System
Management Information System (MIS) atau Sistem informasi Manajemen adalah sebuah sistem informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu. SIM mengambil data mentah dari TPS dan mengubahnya menjadi kumpulan data yang lebih berarti yang dibutuhkan manager untuk menjalankan tanggung jawabnya. Untuk mengembangkan suatu SIM diperlukan pemahaman yang baik tentang informasi apa saja yang dibutuhkan manajer dan bagaimana mereka menggunakan informasi tersebut.
3. Decision Support System
Sistem informasi pada level manajemen dari suatu organisasi yang mengkombinasikan data dan model analisa canggih atau peralatan data analisis untuk mendukung pengambilan yang semi terstruktur dan tidak terstruktur. DSS dirancang untuk membantu pengambilan keputusan organisasional. DSS biasanya tersusun atas :
- Basis Data (bisa diekstraksi dari TPS/MIS)
- Model grafis atau Matematis yang digunakan untuk proses bisnis
- Use interface yang digunakan oleh user untuk berkomunikasi dengan DSS
4. Expert System
Representasi pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah. ES lebih berpusat pada bagaimana mengkodekan dan memanipulasi pengetahuan daripada informasi (misalnya aturan if…then). Biasanya ES bekerja sebagai berikut:
- User berkomunikasi dengan sistem menggunakan interaktif dialog
- ES menanyakan pertanyaan (yang akan ditanyakan seorang pakar), dan pengguna memberikan jawaban.
- Jawaban digunakan untuk menentukan aturan mana yang dipakai, dan ES sistem menyediakan rekomendasi berdasarkan aturan yang telah disimpan.
- Seorang knowledge enginer bertanggung jawab pada bagaimana melakukan akuisisi pengetahuan, sama seperti seorang analis tetapi dilatih untuk menggunakan teknik yang berbeda.
Langkah-langkah yang harus dilakukan setelah sidang PI (Penulisan Ilmiah) Universitas Gunadarma
Buat Mahasiswa Gunadarma PI (Penulisan Ilmiah) merupakan syarat wajib untuk kelulusan. Dimana PI (Penulisan Ilmiah) diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar setara Sarjana Muda / D3. Nah biasanya para Mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas PI sampai ke tahap sidang, setelah sidang biasanya sering lupa akan tugas tahapan PI selanjutnya, padahal tahapan ini sangatlah penting dan wajib dilakukan tapi entah kenapa ngga sedikit mahasiswa yang suka menunda tahapan ini dengan berbagai macem alasan, padahal tahapan yang mesti dilakukan setelah sidang PI masih banyak lagi, ya mungkin karna ingin beristirahat melepas penat selama pengerjaan PI ~ he he he..
Disini saya ingin berbagi informasi penting untuk Mahasiswa Gunadarma yang telah melakukan sidang PI apa saja yang harus dilakukan selanjutnya :
1. Revisi Setelah sidang PI biasanya akan dapat revisi dari dosen penguji. Segera lakukan revisi lalu datangi dosen penguji nya untuk melakukan revisi. Setelah revisi surat sidang biasanya akan ditanda tangani oleh dosen penguji dan diberi tanda keterangan “LULUS”.
2. Hard Cover
Setelah acc dengan dosen penguji, hard cover PI sesuai warna fakultas / jurusan.
3. Upload Presentasi Sidang
Setelah itu lakukan upload slide presentasi yang berbentuk power point. Jangan lupa, file yang akan diupload harus dalam bentuk pdf. Setelah
diupload akan muncul bukti cetak yang harus di print sebagai tanda bukti telah melakukan tahapan Upload presentasi.
4. Minta Cap PerpustakaanBawa bukti upload slide presentasi sidang ke loket perpustakaan untuk distempel. Caranya datang saja ke loket perpustakaan kampus D yang posisi nya berada di depan bank DKI atau loket UM.
5. Tanda Tangan Dosen Pembimbing
Setelah itu mintalah tanda tangan dosen pembimbing.
6. Tanda tangan koordinator
PI
Selanjutnya, bawa PI yang telah ditandatangani dosen
pembimbing ke koordinator PI untuk ditandatangani dengan membawa kertas bukti
upload yang telah dicap oleh bagian perpustakaan.
7. Tanda Tangan Ketua JurusanSelanjutnya pada tahap ini bawa PI ke ketua jurusan masing-masing. Penulisan nama dan gelar harus benar. Karena jika terjadi kesalahan 1 huruf/tanda baca saja, PI kalian tidak akan ditanda tangani. Periksa dengan teliti nama dosen tersebut sampai ke kata pengantar.
8. Upload Seluruh Bagian Dalam PI
Upload seluruh bagian PI dengan file yang terpisah-pisah seperti yang telah ditentukan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan baca di studentsite masing2 tentang petunjuk penulisan ilmiah. Di sana akan diberi tahu file apa saja yang harus kalian buat. Pada upload kali ini, tidak ada ‘cetak bukti’ di studentsite kalian. Pada lembar pengesahan yang sudah ditandatangani wajib discan. Ingat, seluruh file yang diupload harus dalam bentuk pdf.
9. Verifikasi Ke Perpustakaan
Setelah selesai upload, datang ke loket perpustakaan dengan membawa PI yang sudah ditantangani lengkap sampai ketua jurusan. Disana PI akan diverifikasi, apabila data sudah lengkap dan benar dengan Upload-an, nanti akan diberi blanko bank DKI sebesar Rp 25.000,00 untuk mengambil sertifikat.
10. Bayar Blanko di Bank DKI
Selanjutnya ke bank DKI untuk membayarkan blanko tersebut.
11. Cap Penulisan Ilmiah
Setelah membayar ke bank DKI, kembali ke loket perpustakaan untuk mendapatkan cap pada PI dan blanko.
12. Ambil Sertifikat
Setelah itu ambil sertifikat PI/ijazah di D21 dengan membawa blanko yg sudah dicap perpustakaan dan surat sidang yang sudah di acc dosen penguji. Setelah sertifikat diberikan, jangan langsung ditanda tangan. Kalian periksa apakah data sudah benar atau belum. Jika terjadi kesalahan, kalian lapor, dan sertifikat dapat diambil 2 minggu kemudian.
Pengertian Etika Secara Umum Dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari manusia butuh yang namanya pergaulan hidup secara bermasyrakat dengan manusia lainnya dengan beragam perbedaan suku, budaya, dan keyakinan. Indonesia adalah bangsa yang memiliki banyak ragam budaya yang berbeda-beda dari setiap suku daerah yang berbeda pula. Perbedaan itu sendiri justru memberikan kontribusi yang cukup besar pada citra bangsa Indonesia. Kebudayaan dari tiap-tiap suku daerah inilah yang menjadi penyokong dari terciptanya budaya nasional Indonesia.
Selain itu, perbedaan juga akan menyulut terjadinya sebuah konflik jika para pelakunya tidak dapat mengendalikan emosi mereka masing-masing. Maka dari itu dibutuhkanlah suatu sistem pengatuaran dalam pergaulan agar sesama manusia menjadi saling menghormati yang dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.
PENGERTIAN ETIKA
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah "Ethos", yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu "Mos" dan dalam bentuk jamaknya "Mores", yang berati juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dalam bentuk melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral dan moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan. Sedangkan Etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu : Susila (Sanskerta) lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Akhlak (Arab), berati moral, dan etika berati ilmu akhlak.
Etika menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:
- Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
- Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
- Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yangpelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
TUJUAN MEMPELAJARI ETIKA
Tujuan mempelajari etika adalah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karna etika sangatlah penting untuk diterapkan dalam membentuk suatu moral yang baik. Sebagai modal utama terciptanya moralitas kehidupan diri yang akan tercipta dalam bergaul dikehidupan masyarakat. Dengan etika baik maka akan mencerminkan perilaku yang baik, sebaliknya apabila etika buruk maka akan mencerminkan perilaku yang buruk. Selain itu etika juga dapat membuat orang lebih bertanggung jawab dan responsif. Berikut beberapa contoh tujuan mempelajari etika itu sendiri :
1. Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruknya perilaku atau tindakan manusia dalam suatu waktu tertentu.
2. Sebagai arahan untuk bersikap kritis dan rasional dalam mengambil suatu keputusan dalam kehidupan bermasyarakat demi terciptanya suasana yang harmonis, damai, dan sejahtera.
3. Sebagai ajakan untuk hidup lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.
PENERAPAN ETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Contoh-contoh penerapan etika dalam kehidupan sehari-hari :
1. Berkata jujur
2. Bersikap dewasa dalam menghadapi masalah
3. Ramah dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan / sebutan orang dengan baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang sesuai dengan norma kesopanan
10 Bertingkah laku yang baik
Reference : http://id.wikipedia.org/wiki/Etika
http://10menit.wordpress.com/tugas-kuliah/pengertian-etika/
Reference : http://id.wikipedia.org/wiki/Etika
http://10menit.wordpress.com/tugas-kuliah/pengertian-etika/
Selasa, 04 Februari 2014
MENGGUNAKAN GOOGLE SECARA BIJAK DAN TIDAK MENGUNDER ESTIMATE KEMAMPUAN SENDIRI
Seiring berkembang nya waktu dalam perkembangan teknologi yang terus meningkat, saat ini kita dimudahkan dalam melakukan segala hal yang kita inginkan dengan Internet kapan saja dan dimana saja melalui teknologi yang kita miliki. Melalui Internet ini pula kita pasti tidak asing lagi dengan yang namanya 'Google' yap melalui si mesin pencari pintar atau biasa dikenal dengan Search Engine ini kita diberikan suatu layanan kemudahan dalam berselancar didalam dunia maya. Mulai dari pencarian alamat web, gambar, maps, dan tentu nya informasi menarik serta topik-topik lainnya yang sedang trending saat ini. Akan tetapi tanpa disadari saat ini dampak yang dihasilkan dari kemudahan yang diberikan 'Google' kadang membuat diri ini lupa akan kemampuan diri sendiri. Gimana ngga lupa sama kemampuan diri sendiri, hanya dengan mengetikan keyword di google dalam sekejap kita bisa disuguhkan dengan puluhan bahkan ratusan lebih hasil yang bersangkutan dengan keyword yang kita ketik, beda cerita nya di kehidupan dunia nyata kadang untuk menemukan sesuatu informasi yang kita butuhkan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencari lebih dari satu informasi. Nah dari kebiasaan ini lah yang jadinya tanpa disadari membuat kita Mengunder-estimate kemampuan diri sendiri. Contoh nya seperti pelajar atau mahasiswa yang mendapat tugas, untuk menghemat waktu dan biaya dengan bermodalkan teknologi saat ini dengan internet tinggal buka google lalu ketikan keyword mereka bisa mendapatkan hasil dengan cepat dengan cara Copy-Paste. Padahal jelas melakukan pengcopyan tanpa izin di dunia maya juga terdapat UU ITE nya. Mungkin untuk sebagai refersensi boleh saja memanfaatkan google secara positif, tapi untuk mengcopy secara utuh sebaik nya jangan, selain karena melanggar hukum itu akan membuat diri semakin tidak percaya dalam mengembangkan potensi diri.
sumber : ----- ( Hasil tulisan sendiri :) )
Jumat, 03 Januari 2014
ETIKA PENGGUNAAN MESIN PENCARI DI INTERNET DALAM MEMBUAT TUGAS PENULISAN
Dalam perkembangan teknologi saat ini siapa yang tidak mengenal Search Engine / Mesin Pencari, di era kemajuan teknologi saat ini hampir semua orang, setiap hari, setiap saat mengakses Internet dan melakukan pencarian melalui mesin pencari internet, entah untuk pekerjaan, tugas, atau sekedar iseng mencari sesuatu yang dibutuhkan.
Karena melalui fasilitas mesin pencari ini kita dapat memperoleh suatu informasi dari berbagai dunia hanya dalam sekejap, cukup memasukkan keyword / kata kunci maka mesin pencari ini akan menampilkan hasil dari kata kunci tersebut.
Akan tetapi se-iring berjalannya waktu saat ini, dengan mudah nya mengakses internet kapan pun, dimana pun bisa menggunakan mesin pencari melalui smartphone atau pc, membuat orang-orang jadi melalaikan etika penggunaan mesin pencari ini seperti melakukan pembajakan dan plagiarisme, padahal di Indonesia jelas sudah diterapkan dalam bentuk UU ITE, salah satu bunyi UU
ITE pasal 3 disebutkan bahwa Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi
Elektonik dilaksanakan berdasarkan asas kepastian hukum, manfaat,
kehati-hatian, iktikad baik dan kebebasan memilih teknologi atau netral
teknologi. Pasal 4 juga menyebutkan bahwa Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk:
a. mencerdaskan
kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia;
b. mengembangkan
perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
c. meningkatkan
efektivitas dan efisiensi pelayanan publik;
d. membuka
kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan
kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal
mungkin dan bertanggung jawab;
e. memberikan rasa aman, keadilan, dan
kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi;
Maka dari itu sebagai
seorang pelajar yang sudah mengetahui isi dari UU ITE baiknya kita menerapkan hal ini dalam kehidupan sehari-hari kita dalam pemanfaatan mesin pencari, dimulai dengan cara kita memanfaatkan suatu tulisan berupa informasi yang didapatkan di mesin pencari tidak untuk dijiplak copy-paste secara utuh, kita boleh saja menggunakan informasi tersebut akan tetapi harus mencantumkan sumber yang didapat dalam informasi mesin pencari. Dengan begitu secara tidak langsung kita akan mendapatakan ilmu tambahan dalam menyunting informasi tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)

